October #throwback

source: google images.


Waktu berjalan tersendat-sendat, tapi gue tak peduli pada yang lain, gue hanya peduli pada keselamatan diri sendiri, suasana dan apakah besok gue masih bisa bertahan untuk sekali lagi? Hampa adalah tema utama akhir-akhir ini, sulit menangkal ilusi-ilusi irasional yang menggelembungkan kepala dengan gas hijau-hijau beracun.

Gue selalu ingin kabur dari ritual yang sudah gue anut dari remaja awal, menyadarinya jika itu sangatlah salah, baru sekitar dua-tahun ini, sesekali merasa sudah berhasil meninggalkannya, ternyata hanyalah perangkap ia yang lain, ia tetap memasang cctv dimana-mana, yang gue kira sudah menemukannya ternyata masih banyak, dan gue tetap terjebak dalam permainannya selama ini.

Gue kira sudah menyadari, ternyata, itu hanya jangkauan yang lain, seperti sudah bangun dari mimpi ternyata hanyalah mimpi yang lain, ia penuh tipu-muslihat, mengontrol ketidak-berdayaan dan membatasi yang seharusnya menjadi hak kita untuk mengetahuinya, ibarat memotong rumput liar menjadi sia-sia jika tidak mencabut dari akarnya.

Memang benar, abu-abu adalah tema dari bulan lalu, semua sangatlah sempit, gedung tua tanpa warna, penuh abu berterbangan, sepi, sunyi. Banyak sekali pecahan kaca, beling, botol miras dan serangga-serangga yang sesekali mendekat pada kaki-kaki yang sedang berjalan. Apakah ini bagian dari masa depan yang lebih cerah?

Gue mencoba berteriak keras apakah disini ada orang, tapi yang gue dapat hanya gema suara gue sendiri, ternyata tidak ada orang sama sekali, yang akhirnya menghasilkan perasaan tidak nyaman dan banyak berpikir, disini, gue belum bisa membangun rumah, yang nyaman, yang rumputnya bisa gue rawat dengan rela hati, mungkin di masa yang akan datang.

Gue suka menghilang, menutup pintu hal-hal lama dari eksternal, entah begitu baik atau sangat buruk, gue tidak merasa-bersalah menolak tamu, entah itu sangat salah atau biasa saja, tapi intinya itu tabiat gue, realitas gue, memang ada alasan di balik semuanya, orang-lain tak akan memikirkan itu, mereka hanya bacot sesuai selera dan lalu, gue berhak tak memikirkannya.

Malam memang jam-jam yang pada akhirnya gue bisa nikmati, sebab entah kenapa sepi nya beda, hening yang beda, begitulah gue menikmati hari akhir-akhir ini. Harapan adalah yang bisa gue perjuangkan untuk meraihnya pada akhirnya, seperti kesehatan dan senyuman, hati yang tentram dan ria, itu saja untuk sekarang, gue ingin merasakan menjadi manusia lagi, bukan monster.

Komentar

Postingan Populer