Ada yang ganjal.
source: google images.
Sebenarnya berat sekali melewati hari bagi gue, yang walaupun hari sedang normal-normalnya berjalan. Dalam kehidupan yang tidak berjalan sendirian mungkin tujuh puluh lima persen lebih, iq gue anjlok hingga lima puluh persen lebih. Konyol, kacau, overwhelming, goblok. Sehingga gue tidak menjadi diri gue, yang gue takuti adalah ini semua perlahan bisa jadi kenyataan.
Masa lalu berakar dan mungkin sekarang jadi lebih berambat dan rimba. Menahan dan membuat gue merasa tak hidup. Sampai kapan?
Andai gue... Tidak, tidak jadi.
Tumpuk-menumpuk ini hanya tertutup oleh sesuatu yang sama dan samar, mengelabui sehingga seolah kembali seperti serupa. Yang ada di pikiran itu ada penyebabnya, tapi apa? ini terlalu berlimpah-limpah dan gue selalu merasa kewalahan, tapi, tapi apa? gue engga pernah tau, ini apa, itu apa. Gue mencoba, bukan tidak mencoba, gue mencoba sangkin terlalu keras.
Dan pada akhirnya merasa ini semua hanya kembali ke hal yang sama.
Bayangan itu ada, tapi di satu waktu yang sama, gue tidak menyadarinya. Rasa sakit itu memang tidak hanya di fisik tetapi juga di batin, bahkan batin bisa membuat sakit di fisik.
Penghakiman dan Perundungan di masa lalu adalah penyebab ini semuanya, ((sepertinya)).
Dan itu benar benar berlebihan.
Seharusnya gue bisa keren, bisa ber-kharisma dengan cara gue sendiri. Segala macam konsep dan arsip itu nyata adanya di pikiran, tapi tidak pernah ada keberanian dan alam bawah sadar seolah memenjarakan dengan masa lalu, memasung seolah budak. Jauh-jauh dulu dari keren maupun kharisma, gue lebih peduli bisa merasakan hidup tenang.

Komentar
Posting Komentar