May #throwback

source: google images.


Beri gue sedikit ketenangan, maka akan gue gempur batu karang itu kemudian.

Kebun stroberi kakek gue yang di eropa timur sudah diganti jadi kebun jeruk dan apel, padahal gue kurang suka stroberi, kan lumayan.. semua buahnya nanti bisa dijual saja, kalau begini kan jadinya tiap sore gue akan kebagian jatahnya. Namanya kakek-kakek dan nenek-nenek yang sayang cucu, mana tahan mereka lihat gue tidak menyantap apa yang gue suka.

Perbatasan angan dan harapan itu begitu tipis dan apalagi? Jangan pernah bergetar ketika lagi memegang nampan, ...tuh kan jatuh? Pecahan gelas kaca itu nanti jangan dibuang, berikan kepada gue, mau gue jadikan karya, mau gue beri perekat emas, lumayan lah gue penuhi saja dengan kelereng-kelereng susu dari masa lalu, jadinya cantik dan penuh pesona kayak gue.

Sirna sudah pagi ini gue berangkat ke sekolah, telat bangun gara-gara kemarin nonton petandingan matador di alun-alun kota sampai malam, tapi syukurlah orang-tua gue bukan tipikal ambisius, jadi palingan hanya geleng-geleng melihat kejadian gue yang kembali absen setelah dua minggu lalu gue juga absen gara-gara memancing di kolam lalu ketiduran sampai malam.

Ikan cupang gue, si Niko sepertinya kurang sehat, jadi gue masukan secuil daun ketapang dan air garam, kasihan lihat dia yang biasa sangat rakus makan, sekarang hanya memandang makanannya tanpa bisa membuka mulutnya, sedangkan cupang gue yang lain, si Jimi yang baru tiga hari lalu mati, gegara sakit, gue telat kasih ketapang, pas dikasih eh dua jam kemudian lewat..

Walaupun begitu sekarang gue sudah kerja di pasar dekat rumah gue, gue senang lihat ikan ikan di baskom biru besar milik penjual ikan, berenang sesekali lompat ke tanah dan menggelepar, belum lagi sayur-sayur segar milik bibi Nicole, walaupun gue hanya kuli panggul tapi gue senang karena badan gue dua bulan lagi akan se-bugar Paman Claude seorang binaragawan kota ini.

Angin kencang itu tak akan menggoyahkan gue, gue akan membalas angin itu dengan gue melangkah maju ke depan sembari memanggul kerdus-kerdus Nenek Marry sampai ke rumahnya, yang biasanya sehabis itu ia suka sekali memberikan gue sekantong penuh roti cokelat dan kacang yang rutin ia buat, tidak enak jika menolak, apalagi gue memang suka roti buatan nenek Marry.

Tidak mudah memang hidup di masa muda, tapi senyuman orang-orang yang punya ikatan dengan gue yang membuat gue bahagia melakukan semua hal ini, gue hanya mau berterima-kasih 'pada semesta alam, atas berkah, atas sinar mentari pagi, kesehatan, rezeki dan rembulan malam yang membuat gue bisa lebih bersyukur lagi jalani semuanya, tetap begitu sampai esok 'kan berganti, amin.

Komentar

Postingan Populer