Hari ini

source: google images.


Hari ini mungkin besok juga, cuaca akan terik, di siang bolong, lalu 1-2 jam kemudian akan terjadi hujan lokal di tempat-tempat tidak terduga, cuaca ekstrem kalau kata orang sini, padahal biasa saja. Jadi itu pertanda apa? Ya pertanda harus persiapkan payung atau jas hujan, haha. Dapat maksud gue? bukan dalam artian yang sebenarnya, lalu apa? Ya itu, pikirkan sendiri. *ekspresi senyum tipis bibir ke kanan*

Jangan mudah menghakimi kalau kata gue mah. Menghakimi dan merasa di atas angin, padahal sedang bertekuk-lutut dan memberi makan monster dalam diri yang bernama ego. Tapi tenang.. tenang.. bukan berarti gue tutup pikiran dan tidak mau mengerti, singkatnya, menghakimi juga termasuk dari perasaan, jadi dia alamiah, wajar, yang jadi tidak baik adalah membiarkannya berlebihan dan menguasai.

Yang gue lakukan? Kamu jangan tanyakan, tak perlu jadi bingung, kamu tidak mengerti maka pergi saja, nanti ikatan itu bisa putus, gue sudah ingatkan lho. Kecuali kamu emang ingin hal seperti itu terjadi.. maka gue dengan sangat senang hati yang akan membukakan pintu keluarnya, dengan ramah dan tak mengucapkan sepatah-kata apapun lalu tersenyum mengizinkanmu 'tuk pulang.

Malam telah tiba, seperti biasa laba-laba yang bernama merenung itu mulai membuat sarang nyaman di pikiran gue, membuat gue menyusun dan menata ulang pikiran pikiran masa lalu, karena asal mulai bersantai ia selalu menyalakan radio-nya. 'Tape Recorder' sesekali ia putar-putarkan, tapi kehendak memilih selalu ada di tangan gue, penentuan selalu ada pada diri gue.

Bacotanmu membuat gue sakit-kepala, gue tak peduli kamu mau bilang, hanya perhatian atau kepingin dekat, bagi gue yang seperti itu jatuhnya sok asyik, malulah sesekali, sadar kamu tidak sekeren itu. pilah-pilih kalau mau bersikap, berpikir dulu kalau mau bicara, ga perlu jaga sikap, cukup rendah hati, tidak semua orang harus kamu perlakukan sesuai pikiranmu. Sadar diri ente.

Cukup satu bar toxic tertumpah yang ada di atas ini, cuma pingin mengeluarkannya, haha, walaupun nanti energi negatif yang terkeluarkan pasti alam suruh gue menelannya lagi, yasudahlah, sudah terjadi. Tapi poin penting untuk gue renungkan selamanya adalah jangan dengarkan omongan orang ketika mereka merendahkan gue karena tidak menganggap materi itu berada di paling tinggi, sekarang siapa yang rendah? Yang padahal, hal terpenting bagi gue ada di wawasan (pengalaman), hikmah dan ilmu.

Harapan gue, gue harus tetap bisa semangat membawa hidup gue berjalan jauh dan berpetualang dengan bersenang-senang, berani melangkah dan berani hadapi sesuatu, dengan pikiran, hati dan kritis yang bersatu, batu bisa digeser, apalagi batu kecil walaupun -ia banyak, hiraukan saja, orang hanya akan melewati gue dan menjadi masa lalu.

Sedih, senang, takut, panik dan marah adalah perasaan alamiah, biarkan dan lepaskan mereka saat melewatimu, izinkan mereka melewati dan jangan menahan mereka atau mereka akan melekat padamu yang jika berlebihan bisa menghancurkanmu, semesta mendukung dan umur-panjang untuk semua hal-hal baik.  

Komentar

Postingan Populer