Untuk pahlawan
Hari yang baru di bulan sepuluh
Teringatkan kisah para pahlawan
Dari sebuah mimpi dan keringat peluh
Menjadi sebuah cita-cita dan harapan
Sebuah tekad api masih terus ada
Dari wajah-wajah pemuda bangsa
Yang tergambar jelas isi hati dan jiwa
Untuk maju dan rasa menolak lupa
Kuyakini kita bukan tembok negeri
Yang menjadikan pembatas yang tinggi
Justru kita adalah bunga-bunga wangi
Bahkan harum, semua untuk negeri ini
Kuyakini juga kita bukan pagar berduri-duri
Yang melukai tubuh manusia yang lainnya
Bukan juga penghalang yang ingin kemari
Dalam menyuarakan hak maupun berkarya
Kita yang hidupnya lebih baik sekarang
Patut berterima kasih dan bersyukur
Kepada para pahlawan yang berjuang
Demi tanah air dan bunga pun gugur
Berbicara cinta berbicara persatuan
Kuyakini juga kita bukan pagar berduri-duri
Yang melukai tubuh manusia yang lainnya
Bukan juga penghalang yang ingin kemari
Dalam menyuarakan hak maupun berkarya
Kita yang hidupnya lebih baik sekarang
Patut berterima kasih dan bersyukur
Kepada para pahlawan yang berjuang
Demi tanah air dan bunga pun gugur
Berbicara cinta berbicara persatuan
Kita adalah penerus yang terdahulu
Yang adalah baik melebihi harapan
Menggantikan dulu yang pernah pilu
Aku disini bertuliskan kata-kata
Untuk teringatkan selalu semua ini
Dan hati yang bersedih dan berduka
Teringat rasa sakit yang pernah terjadi
Aku disini bertuliskan kata-kata
Untuk teringatkan selalu semua ini
Dan hati yang bersedih dan berduka
Teringat rasa sakit yang pernah terjadi
Seperti musim semi yang sudah hadir
Melampaui musim dingin membeku lama
Hangatkan sungai-sungai yang mengalir
Penanda musim panas sudah akan tiba
Harapan dari doa-doa terucap itu telah ada
Dari kita sendiri pemuda dan pemudi negeri
Yang adalah sebuah jalan awal dari ini semua
Dan menjadikan senyuman manis si ibu pertiwi
Untuk pahlawan dan jasa-jasamu yang abadi
Kami yang termuda akan melanjutkan kembali
Membangun dan mengharumkan negeri ini
Dalam ilmu ataupun berkarya untuk ibu pertiwi
Komentar
Posting Komentar