Sofamerah Sinema: Aruna dan lidahnya

Duet Dian sastrowardoyo dan Nicholas Saputra di film ini sungguh asyik untuk dinikmati. Berawal dari sebuah iklan saat film yang gue tonton di bioskop belum mulai, disana pertama kali Aruna dan lidahnya muncul, trailer awal ini saja sudah cukup seru untuk diimajikan. Memang duet dari Dian sastro dan Nicholas Saputra baru pertama kali gue lihat kali ini, namun hype dari duet mereka di film yang mereka mainkan sebelum-sebelumnya cukup melekat dipikiran saya. Dan cukup untuk membuat gue akan menonton film-film lalu yang mereka perankan.




Disutradarai oleh Edwin, film ini sendiri bagi gue sangat asyik dan santai untuk ditonton. empat bintang utama itu sendiri adalah Dian sastro yang sebagai Aruna, Nicholas Saputra sebagai Bono, Hannah Al-Rasyid sebagai Nadezhda dan Oka Antara sendiri sebagai Farish.

Lagu-lagu pengiring film sangat pas dengan filmnya sendiri. Bagi gue lagunya sendiri sedikit berstyle tahun 70-80 yang dimana membuat gue bisa terbawa suasana sendiri dan state of mind yang cukup bermain, dengan gue sendiri yang pasti akan tersenyum-senyum sendiri, yang dikarenakan gue sangat suka dan menikmati style lagu-lagu di tahun tersebut.

Film ini sedikit naik turun, dalam artian adalah membawa gue yang menonton akan merasa lucu, segar, seru bahkan sedih!




Bagus, yah sungguh gue menikmati film ini. Sedikit cerita, tentang Aruna yang seorang Ahli wabah yang ada tugas dari atasan untuk investigasi ke beberapa daerah perihal flu burung. Dan di sisi lain, Bono yang seorang chef dan sahabat Aruna juga. Bono yang ingin pelesiran mencari resep untuk menu baru di restoran dia, mengajak Aruna untuk pertualangan kuliner. Bono dan Aruna juga sama-sama penggila kuliner. 

Film ini juga menampakkan tentang sebuah konflik, cinta dan persahabatan juga lingkup kehidupan sosial masyarakat di sekitarnya.  Film ini penuh alur yang menarik dan cukup berbeda untuk genre film Indonesia.

Untuk film ini gue menilai cocok di tonton bersama keluarga dan teman, film dengan cerita yang sungguh menarik dan banyak pesan yang terkandung yang sesekali membuat gue berpikir sendiri. Penilaian diambil sendiri oleh gue sendiri dalam sudut penonton dan pendukung film-film lokal. 7.1/10



Komentar

Postingan Populer