december core #throwback
source: google images. january pixabay.
apa benar kesedihan itu hasil diri sendiri atau takdir? mungkin keduanya. kenapa berdarah tidak berhenti, sebab ia mengalir terus menerus, gue berjanji akan bekerja keras demi pasangan gue, terutama diri sendiri gue, gue lelah jika hati harus menangis meratapi nasib yang mengungkung, seolah itu kebenaran mutlak, membuat gue tidak waras.
jika langit mampu menurunkan hujannya, untuk meredam hawa panas dan menimbulkan angin dingin, yang menawan karena pastinya, langit sore akan merah merona seolah sinar langit jingga turun dari surga dan enggan untuk sirna. sakit hati akan mereda, luka akan membekas namun tidak sesakit itu lagi, air mata yang turun lebih bening dan tenang dari sebelumnya
jika cinta bisa begitu kuat untuk mengatasi amarah dan dendam, gue yakin gue terselamatkan, segelap apapun masa lalu dan trauma, selegam apa kebencian dan pikiran menjadi sempit menusuk akal sehat dan ketenangan batin, menurutmu? apa hal yang mampu membuat akal lebih bersih tanpa noda yang menggoda sejak dulu?
kisah ini memilukan hidup, terutama hidung gue yang perih saat menahan tangis yang berteriak dari dalam hati, tapi lama kelamaan hati gue akan sungguh lapang menahan duka dan derita yang ditimbulkan lingkaran setan generasi tua, memang benar hidup itu kompleks maka dari itu, gue juga berhenti untuk mencampuri dan menghakimi hidup orang lain.
kalau kata Nadin, hantu berkepala, keji membunuh kasihnya. entah apa artinya, tapi nada yang tersalurkan dan terkait sungguh tepat sekali, indah nan menawan, maafkan gue, karena luka yang begitu besar engkau jadi terluka, tapi kata Nadin, ini akan mereda dan janji. memang tidak mudah, sungguhlah, semakin besar luka semakin keras teriakan hati dan semakin dalam benci itu.
cerita bulan desember, begitu darurat, semuanya harus cepat, tepat dan sempurna dan gue seperti lupa bernapas dan kelelahan, capek tapi mungkin ini memang cara untuk lepas dari lingkaran setan, gue ingin disalahkan dan tanpa membalas, agar puas setan setan itu merasa menang, tapi ia lupa sebenarnya gue masih punya Tuhan Semesta Alam.
ada kebaikan ada keburukan, ada terang ada gelap, itu seolah takdir manusia, menunjukkan manusia itu kecil dan lemah, semua ini pinjaman, tapi kenapa sakitnya membekas dan ngikut, perasaan itu seolah menunggu habis saja, tapi bom waktu yang tersembunyi sedang gue cari untuk mematikan sumbunya tepat waktu, jika itu meninggallah semua.
.png)
Komentar
Posting Komentar