September Core #throwback

source: google images. october pixabay.


pembaruan dan penyegaran dan lucu. gue lakukan demi keberlangsungan hidup menulis dan hati yang antusias. semoga afirmasi dan daya kreatif mengalir deras hingga jauh.

kota baru, harapan baru, sabar yang baru, seminggu dua hari yang membuat gue melihat kebelakang, ada banyak yang gue dapatkan juga berikan, tentu porsi seminggu dua hari. dan itu baik, gue berterima-kasih terutama untuk diri sendiri, rupanya melakukan pergerakan akan mendatangkan lebih banyak dari yang gue kira, dan gue bersyukur untuk itu.

tabola-bale, sabar yang gue besarkan kuotanya dan diluar kendali ternyata mengajarkan gue bahwa itu tidak apa-apa, ada keajaiban dan takdir yang menjadi ayah dan ibu bagi diri ini, siapa sangka ini menyenangkan dan membuatkan kuat, intinya sabar dahulu, menerima yang tidak menyenangkan dan yang terpenting tidak membuat nyaman dan responnya juga adalah tentang diam dan hening.

dan ini gue temukan dari tiktok namun menarik bagi gue, seperti batu yang dilempar ke air, ia menciptakan riak yang hanya sementara lalu setelahnya semua hening, begitupun diri ini. semua tentang sabar, ada diam dalam sabar, ada senyum dalam sabar, sebab gue ingin membuat legasi gue sendiri, sebab lepas dari lingkangan setan itu pada dasarnya berdarah-darah dan sakit, sebab...

hari pertama saja, gue sudah di dar der dor mental gue ini, alahmaknyuss, kasian deh seperti makan ubi di tengah malam, seperti kebangun dari mimpi yang dalam, seperti gelas kosong yang diisi bara api, seperti termenung di siang bolong dibangunkan dengan disiram kopi, pasti basah bukan? maka dari itu, penggambaran ku di tengah september core ini. 

sehari bisa hampir sekotak ls, ini lagi coba manchester, soalnya dua manchester sedang membadut, walaupun yang satu baru kegulung sama yang lain di pertemuan sebelumnya, lumayan bikin lega deh, gimana ga terkekeh, aku lawak biru pun lawak, tapi ini kayaknya petanda bagus, soalnya ga tau sih, nebak aja, gimana engga orang ga gimana-gimana.

kayaknya kuncinya, sabar aja, mending lawak sekarang ketimbang kebawa tua lawaknya, mending berdarah-darah sekarang... yah, siapa tau berdarah-darahnya kebawa tua paling engga udah kebal, dan gue percaya, gue akan menemukan apa yang memang gue mau, menjalani hidup dengan antusias dan penuh. tidak ada penyesalan yang berlebihan.

gue akan sukses, gue harus sukses, sukses yang luas, sukses bagi gue tidak uang, namun tidak ingin gue jelaskan panjang lebar disini, cukup gue dan bayangan gue yang tahu akan ini, ia tidak menghakimi ia hanya diam, ia penggambaran sejati gue yang tidak berwujud dimensi yang sama, ia hanya gelap dan terang, cerminan gue sendiri.

Komentar

Postingan Populer