August #throwback
source: google images. september pixabay.
aku, seperti tidak mengenali aku sendiri. aku, seperti juga tidak mengenali tujuan awalku sendiri, relaps yang menjanjikan, kembali ke pengaturan awal, merusak dan mengalami kemunduran, hatiku kacau, porak poranda, ini mungkin salah satu tulisanku yang paling jujur, paling lepas, paling melelahkan, menggerogoti aku sendiri, aku kalah.
sebagai manusia dengan jenis seperti ini, bawaan untuk bangkit tetap kuat, tapi aku juga menghargai malam-malam dimana aku memikirkannya semua, aku menghargai kekalahanku, sebab, kalau aku menolak pun, aku ga sanggup, dan itu juga salah dan juga memperkeruh segalanya, ikutin apa kata cara main dunia ini lebih membantuku.
luka yang dalam, nanah masih keluar-keluar, aku tidak maju, adanya mundur dan tenggelam, ritual-ritual yang menyakitkanku dahulu, bisa-bisanya muncul dan malahan memberi jejak pada kedua punggung telapak tanganku, kering sampai ke fisik-fisik, kali ini aku harus pergi, aku harus kabur menyelamatkan diriku sendiri dan menghilang.
aku sudah menyiapkan caranya, strateginya, tinggal mengumpulkan sisanya, namun takdir dan nasib berkata lain, setidaknya saat ini, sebab, bukan hanya aku yang sakit, negara juga sedang sakit, puncaknya kemarin, atau masih ada puncak-puncak bombastis di nanti hari, demo dimana-mana, pengrusakan, manipulator dan keji.
saat ini aku getar, takut, trauma lain dari orasi yang digaungkan saat ini, seolah sepakat menyerbu yang rentan, kawan makan kawan, senasib makan senasib, semua karena akal bulus dan kejahatan dari pihak atas situ, tapi aku yakin, kita semua cerdas, tidak ada terprovokator, sekarang sudah berbeda, kita tahu siapa musuhnya, siapa yang harus tunduk.
ini jujur dan hatiku sendiri, aku mengakui ini salah, aku tidak terima, satu dua tiga gesekan lagi, ledakan akan muncul, entah akan kemana arah anginnya, jujur, hidup di negara yang tidak menginginkan rakyatnya itu menakutkan dan sengsara, demi selembar ilusi yang jadi nyata, rakyat seolah bukan siapa-siapa di mata mereka.
tidak ada lagi yang benar, di tempat ini, di menara gading dan akar rumput sejatinya mirip-mirip saja, semua yang bertindak benar dan penuh keadilan seolah tertutup, pengrusakan tidaklah benar, apalagi pembunuhan, penjarahan tidak benar begitupun statement yang bertebaran yang muncul di internet dan media masa dari yang katanya wakil rakyat.

Komentar
Posting Komentar