December #throwback
source: google images. january. OhMyFacts.
hehe, siapa sangka setahun kembali berlalu, kalimat ini laku keras setiap pergantian tahun, sebab mudah dan melekat pada orang-orang, apakah gue banyak berubah? jawabannya tergantung sudut pandang dan emosi apa yang sedang ingin gue gunakan, bisa iya, bisa tidak, dua-dua benar, dua-dua bisa salah dan tidak di ketahui.
menurut buku plasebo, kebanyakan dari kita adalah hidup di masa lalu, terkesan banyak, dan gue lebih merasa yakin pada statement yang baru gue utarakan sendiri, mungkin sedikit melenceng dari buku tersebut, kenapa? karena penyebab dari hidup di masa lalu memiliki daya magnet yang kuat ketimbang menapaki hidup demi masa depan yang lebih baik.
gue memilih seperti orang sotoy ketimbang harus percaya pada kalimat-hal yang mengesankan pikiran sendiri sebagai orang sakti, guyonan untuk isi kepala sendiri, tapi perasaan lega dan damai itu penting untuk kesehatan rohani dan jiwa, terlalu hidup pada emosi negatif seperti stress, khawatir, cemas, takut dan marah membuat esensi kita sebagai manusia akan rusak.
banyak yang telah berubah semenjak tahun lalu dari eksternal diri ini, entah luka, entah kebaikan yang banyak gue terima dari orang-orang, lingkungan dan waktu. banyak juga kejelasan-kejelasan realitas yang memang perlu gue ketahui, banyak puzzle yang perlahan ditemukan. dan memang waktu tidak sebentar, seolah di paksa sabar untuk tetap berjalan pada dunia ini.
sekarang berada di kota kecil ini, tidak buruk-buruk amat, tidak baik-baik juga, atau hanya gue yang menyenangkan dan menuntut diri sendiri untuk mencari emosi baik dan mengumpulkan daya suka cita demi keberlangsungan hidup diri sendiri, gue yang seperti harus mencari dan mengumpulkan puing-puing yang masih layak pakai demi keberlangsungan hidup.
yang gue kagumi pada diri gue sendiri semenjak di sini adalah gue banyak membaca buku, satu sisi ini menurut gue penting sebagai pelarian, hiburan dan referensi. gue sesat jika perihal bersosial maka dari itu gue mesti tahu sudut pandang lain melalui media diam seperti buku. jika tidak, gue bisa saja mengalami penurunan evolusi pada diri sendiri.
tahun ini sejatinya bikin cemas dan khawatir, belum lagi soal pribadi, soal kesejahteraan penghidupan yang darurat seperti duit cari makan yang dikelola pemerintah pusat seolah-olah akan bisa kapan saja untuk tumbang dan menimpa kita-kita, isu pajak naik, berita korupsi yang hilir-mudik di berita televisi atau artikel kekerasan dan pembunuhan.

Komentar
Posting Komentar