October #throwback
source: google images. november. givinga foundation.
pelajaran hidup berharga ini gue nikmati sampai nanti. seperti pil pahit yang harus dipaksa ditelan, mau tidak mau harus mau, melelahkan sungguh, semua kecemasan dalam diri ini seolah tak berujung namun terus saja melolong meminta pertolongan dari dalam, dari liang-liang yang jauh bertahun-tahun di dalam sana, semua ramai berkumpul menjadi satu.
gue tak ada pilihan lain, jika ingin sembuh, sepertinya hanya ada jalan setapak yaitu lawan. satu kata yang kedengarannya tidaklah mudah, gue selalu takut jika ada hal-hal buruk yang akan terjadi di dalam hidup gue, gue takut ada sesuatu yang akan memalukan gue dan itu selalu berputar-putar di dalam pikiran gue beberapa tahun belakangan ini, seolah saja menjadi tidak melelahkan.
bulan ini, terasa terik, namun gue belum tau ini mengarah ke hal baik atau tidak baik, oh, lebih tepatnya, mengarah ke arah yang aman atau menakutkan, mungkin begitu yang lebih tepatnya, karena dari buku yang baru-baru saja gue baca berkata kalau penderitaan adalah bagian dari proses, walau belum terbaca gue, proses seperti apa yang dimaksud di dalam buku.
walaupun bulan ini baru berjalan singkat dan masih ada sekitar puluhan hari lagi, semoga yang gue lalui adalah hal-hal yang memang menting buat gue di masa depan, untuk perkembangan gue, untuk kemajuan diri gue juga, gue ingin menjalani hidup lebih maju dan berani, gue tidak ingin bertahun-tahun dilalui tanpa keberanian dan berkutat di situ-situ saja.
apakah gue bisa, bertahan disini, di kota ini, yang saat ini terasa semuanya repetitif, yang sebenarnya ini sangat bertolakan dengan gue yang tidak menyukai hal tersebut, tapi semesta membawa gue kesini, yang mau tidak mau gue harus menjalaninya, tidak boleh mengeluh dan berpikiran sempit karena itu hanya akan menambah masalah yang berkepanjangan.
malam ini gue mau makan nasi padang, membiarkan bumbu bumbu hangat dan pedasnya itu memberikan semacam cairan kimia yang memicu kebahagiaan dan pembiaraan akan sekitar gue, memberikan pikiran gue lebih tenang walaupun mungkin hanya sementara saja. dan yang gue inginkan bisa berlanjut hingga panjang dan terbiasa.
semoga sampai nanti gue kuat sebab gue selalu memimpikan tentang gue yang berada di tengah-tengah orang yang mampu saling mensupport satu sama lain, antara gue dan mereka, antara mereka dan gue, tidak peduli badai hujan dan angin ribut, ada teh dan kue-kue hangat rasa syukur di malam-malam yang dingin, sebatang rokok kelegaan yang habis dalam sepuluh menit.

Komentar
Posting Komentar