September #throwback

source: google images. october lettering. creative fabrica.


wah, kalau ditanya, apa yang gue lalui dan rasakan beberapa waktu belakangan, itu sama sekali tidak menyenangkan dan penuh dengan jebakan-jebakan dalam benak, seperti alarm yang berbunyi setiap saat dan membuat semua orang di dalamnya lari terbirit-birit dan hilang arah, penuh dengan rasa takut dan cemas setiap waktu.

malam lelah dan tertidur, namun itu hanya angan-angan belaka, yang tepat adalah gue tertidur saat sudah lelah dan merasa putus asa, dan beberapa hari kemarin gue menenggak pil lagi, berharap karena merasa sudah waktunya dan dari sekian lama sudah tidak pernah menyentuhnya lagi. mungkin itu yang memperparah keadaan gue.

banyak pikiran dan ketakutan selalu hilang dan timbul beberapa waktu ini, menggerogoti diri gue dari dalam dan seperti melahapnya mentah-mentah, kelelahan dan terpaku membatu seperti itulah yang gue rasakan beberapa waktu ini, mungkin sudah waktunya gue untuk melepaskan diri dari realita saat ini dan jalan-jalan sejenak.

gue juga semakin pelupa dan makin parah, itu juga yang kadang menjadi dasar gue tak berhenti merasa cemas dan takut, kalau ingin marah, marah sama siapa? bahkan mungkin sudah lupa, dan lebih hancurnya lagi jika merasa benar dan berhasil, jadi menghadapinya membuat gue berpikir jika semua hal itu adalah sebuah kesia-siaan belaka.

apa kunci ketenangannya ada pada diri gue yang harus dengan lapang dada menerima konsekuensinya nanti dan juga menerima hal yang mungkin tanpa kontrol dan tanpa sadar telah melakukannya, apa karena gue takut dengan hidup yang tidak baik-baik saja menurut pikiran gue, yang padahal itu semua kebaikan semu dan hanya untuk melayani sosial?

yasudah, lega itu hanya sementara, nanti juga pergi lagi lalu hadir kembali dan pergi lagi, sama rata dengan perasaan-perasaan yang lainnya, hilang dan timbul, belum lagi untuk jiwa-jiwa merana terluka dan tertimbun dari belasan tahun yang berlalu, mereka yang luka dan mereka yang tidak paham, lantas bisakah kita menyelahkannya? tidak.

tertimbun puing-puing masa lalu, membuat gue susah bergerak dan bernapas, menahan gue dari dasar dan akar-akarnya menahan keras kaki dan tangan gue, kencang hingga urat urat gue terbentuk, energi gue habis padahal gue tidak benar-benar ngapa-ngapain, pengobatan yang kemarin sedang berjalan juga tidak sempat gue selesaikan.

Komentar

Postingan Populer