August #throwback

source: google images.


memang menurun yang telah gue rasakan, gue merasa dan idealnya itu yang gue mau, gue mau akar itu dicabut, selesai sampai ke paling awal, baru bisa menjalani hidup dengan lega dan mampu membuka lembaran baru, jika tidak, gue akan seperti ini terus, entah sampai umur berapa gue akan mengulanginya terus menerus.

pikiran menjadi sempit, merasa bisa melewati satu hari lagi serasa sudah baik, apakah hidup memang seperti itu? gue rasa tidak, ini tidak hidup seutuhnya. sepedih itu, berada di tengah tengah dan lahir dan ada dengan mereka, karena gue tahu betul dan nyata, gue kecil tidak seperti ini, periang, kreatif, lucu, walaupun tidak sempurna, paling tidak, tidak seperti ini.

apakah gue harus diam dan bertahan dalam kubangan ini, merelakan segalanya, seperti menunggu hukuman mati? jika iya, ini kejahatan kemanusiaan, harus tetap diam, menerima seperti benda mati, tak bisa bersuara, tetap biasa-biasa aja padahal dalam diri sekarat, dan parahnya gue tetap bersedia peduli, instingtif peduli, ini kritis.

banyak ketakutan melahirkan kecemasan, ketakutan yang sengaja diciptakan oleh kerusakan jiwa karena merasa kurang, merasa masa kecil yang belum selesai, merasa masa kecil yang diperlakukan tidak adil dan semena-mena, menjadikan masa sekarang yang seperti ini, realitas yang menakutkan, dan merugi.

kekecewaan mendalam, dan hal-hal negatif sebenarnya tidak boleh di validasi, namun gue lelah harus terus memperjuangkan kesempurnaan, gue ingin semuanya mengalir dahulu apa adanya, takut ini takut itu, banyak sekali, merasa tenang adalah obat, tapi lika-liku meraih obatnya, perjuangannya hebat sekali. 

kombinasi yang tidak tepat dan mengerikan melahirkan sesuatu yang tinggal menunggu waktu untuk hancur lebur, pentingnya kesadaran kesehatan jiwa dan mental penting, sama pentingnya dengan makanan empat sehat lima sempurna, luka jiwa tak bisa sembuh, hanya saja bisa berdamai atau lega saja.

gue kira diam obat, lalu banyak menenggak obat pada akhirnya keracunan sendiri, kasihan masa kecil gue, bodo amat sekali apa kata anda tentang pernyataan barusan, sangat lebih baik apa adanya dan lega, semoga saja tidak terjadi pada anda. karena beruntung sialnya semua dari masa kecil, berjalanlah di sepatu masing-masing. 

Komentar

Postingan Populer