flossing {5}

source: google images.


hari-hari ini pikiran sedang tidak baik-baik saja, ketakutan pada hal-hal yang membuat gue tak mampu berkuasa pada tubuh sendiri, gue sesungguhnya lelah, gue kalah pada mereka-mereka yang ada di dalam kepala, selalu ingin menjalani hidup layaknya orang normal, penuh senyuman yang nyata, bisa mengobrol dengan rekan-rekan sejawat saat nongkrong.

apa karena efek begadang yang lama? gue sendiri tidak tahu, memang benar, ketakutan membuat diri ini tidak merasakan hidup, alkohol sedikitnya membantu yang di tenggak untuk tubuh, sensasinya seolah mampu menumpulkan sedikit pemicu-pemicu itu, mungkin gue jenuh, memang iya, kegiatan ini-ini saja, bukan tidak suka, tapi lelah juga rasanya.

luka lama membuat gue hancur, apa lagi yang mesti gue perbuat, katanya tidak boleh menyalahkan, tapi masa lalu itu menegangkan, gue tanpa kontrol mempelajari hidup dalam ketakutan itu dari sejak lama, efeknya kena pada orang-orang yang gue kasihi sekarang ini, tidak adil, gue benci dengan keadaan, susah untuk merasa bersyukur dan lepas.

kebiasaan-kebiasaan itu semua juga mempengaruhi, hal adiktif sebagai pelarian, berjalan ke depan seolah menjadi kemunduran, tidak hidup juga mati rasa, ingin rasanya menangis tersedu-sedu selalu, sudah bertahun-tahun terlewati dan tidak berjalan kemana-mana, sebatang asap dan api juga lama-kelamaan menjadi tidak spesial tinggal satu gelas alkohol dingin.

mungkin, sudah saatnya gue liburan, menginap di hotel beberapa hari dan ada hari dimana gue bersantai di kamar dengan frekuensi kecil dan hening, memesan daging babi dan makanan siap saji juga sekaleng bir, ada jam-jam tertentu mendengarkan lagu yang asal jepret dari dalam diri, apa ada waktu lagi di masa depan gue bisa menjalani hidup dengan penuh rasa bahagia?

sedih rasanya, sedih sekali rasanya, dunia ini tidak mudah, hati tidak lagi bersuka cita, masa kecil yang seharusnya normal, namun orang itu mengacaukannya, ia kalah pada dirinya sendiri, ia membawa yang seharusnya ia mampukan untuk terbang tinggi pada potensi-potensi terbaik, ia jadikan boneka hidup sesuai kekacauan dirinya dan menenggelamkannya pada lingkaran kelam ini.

tidur untuk melupakan bukan lagi tidur untuk nyenyak, diam atas kebingungan bukan lagi diam untuk tenang yang indahnya tulus, banyak semoga-semoga yang ingin gue capai, yang baik-baik, yang membuat bahagia, yang tidak selalu kalah pada diri sendiri, yang bisa berbaur, yang bisa pintar, yang bisa waras, yang bisa memaksimalkan kemampuan otaknya.

Komentar

Postingan Populer