Apa itu?

source: google images.


Bunga akan mekar ketika ia ingin mekar bukan karena menuruti perputaran alam dan pasrah begitu saja seperti pendahulu-pendahulunya. Semua yang pasti, apakah benar-benar pasti? Atau hanya karena, sudah jalannya, sudah terbiasa -terucap seperti itu, karena proses budaya, karena proses pembenaran dan tinggal mengikutinya saja, apakah sudah melalui proses "kritis", bukan kritis saat waktu-waktu awal saja sedangkan dari tengah dan seterusnya begitu bolong.

Singa dalam diri juga akan menyembah wujud asli ini layaknya raja hutan. Dan lelah adalah panggilan juga kebutuhan agar kita bisa mengerti apa itu jeda. Tidak ada yang salah dengan ambisi ataupun kesombongan, bukan berarti juga membenarkan, memangnya siapa kita boleh menghakimi? Bisa jadi itu proses yang memang perlu dia jalani, bahkan siapa kita bisa menghakimi orang yang sedang menghakimi sesamanya? Bisa jadi itu proses yang juga perlu dia lewati dan lalu terpuruk kemudian, beberapa saat, lalu tersadar akan sesuatu hal...

Detik terlalu cepat berlalu, tanpa menunggu tetapi akan terjadi sebaliknya jika kita merasa takut dan merasa terancam, apalagi mati-kutu pada momen-momen tertentu dari perasaan kesepian. Apa boleh buat jika itu adalah jalan milik kita, tidak akan ada yang sia-sia, sekalipun ia memilih tidak berusaha, tidak ada produk gagal untuk pemalas dan bukan pejuang jika berbicara masa depannya. Siapa kita boleh menghakimi?

Manusia tahu apa?

Semesta berlaku seimbang, ada yang menjadi guru, ada yang menjadi murid, lalu di kisah singkat yang lain, dengan cepat langsung kebalikannya, hanya saja kita manusia tidak cepat tanggap menyadarinya, ketika kita sudah sadar, semua yang sudah terjadi akan kita cap sebagai "kamu tahu dengan sendirinya." Yang padahal itu juga dari yang lain.

Gue memilih jalan ini, bukan seutuhnya dan sesadarnya gue memilih, tetapi hukum alam yang menggerakan energi ini lalu sepersekian detik gue mengecapnya sebagai "gue memilih ini." Apapun itu mari berjalan bersama, tetap kuat, tetap percaya dan berharap, nikmati itu sampai kapapun, walaupun terlalu gelap sampai cahaya yang sedang hinggap di waktu itu, langsung dimakan lahap oleh gelap.

Komentar

Postingan Populer