come and share a bedtime story
Pada suatu hari,
Ada seorang pangeran yang bernama Brücke
Dia tinggal di gubuk kecil beratap merah
Di sebuah desa.
Sudah sepuluh tahun lamanya,
Ia meninggalkan singgasana kerajaannya.
Ia menepi sendirian di desa terpencil,
Ia menepi, sebab ia mengikuti pilihan hidupnya sendiri,
Ia ingin menjadi penghubung dari orang-orang kecil.
Walaupun dahulu, ia seringkali selisih-paham dengan ayahnya,
Raja Franko dari Eisenstadt di timur.
Ayahnya akan selalu mencemasi dirinya, bagaimanapun juga.
Tapi itu bukan lagi masalah yang harus ia pikirkan lagi.
Ayahnya akan mengerti dan ia selalu mengirimkan pesan surat.
Dari Merpati kesayangan miliknya.
Ia ingin menjadi pengelana
Ke bagian bumi lainnya,
Mencari makna terdalam dari bumi
Dan seratus realitas yang seharusnya ada.
Tentu iya tak ingin salah langkah dan terjebak.
Dimanapun nanti ia akan berpijak, ia mengosongkan gelas,
Mungkin separuhnya, untuk berjaga-jaga.
Dan nanti, di bawah rembulan di malam hari.
Sebelum ia akan tertidur di bawah pohon
Dengan rembulan menyelimuti,
Sebab, seharian ia telah belajar
Dari guru-guru dan ahli filsafat
Yang ia temui, dimana langkah berhenti
Di tempat-tempat,
Ia perlu berguru dengan sang ahli agar ia tidak tersesat.
Dan mungkin suatu hari nanti,
Tidak ada yang tidak mungkin
Sebab tidak ada yang pasti di bumi.
Ia kembali ke bekas rumahnya
Menjadi bayangan jika diperlukan.
Menyebarkan apa yang bisa sebarkan
Ilmu yang ia punya,
Untuk mencerahkan yang perlu dicerahkan,
Dengan terang yang lebih baik.
Kepada tanah-air yang ia cintai,
Bagaimanapun juga.

Komentar
Posting Komentar