Terpaku perpaduan.

source: google images.


Belum saatnya untuk melemahkan bahu, mengernyitkan dahi tak apa-apa tapi jangan banyak-banyak. Apa yang lebih indah dan nyaman dari hati yang tenang? Gue ingin menjadi rembulan di semua patah hati aktor-aktor dunia. Jangan pedihkan lagi hati yang telah tersisa separuh, kasihan dia, sini bersamaku kita bikin puisi sama-sama.

Gue dan traumatis yang berulang. Apakah ini takdir? Tapi, pemuka agama kenalan gue berkata Takdir itu tak ada, itu hanya pemikiran dan catatan manusia filosofis yang ada sejak zaman dahulu kala, yang hidup dan tentram dalam hati nurani gue. Ciptaan yang ada sesuai kebutuhan masing-masing dan kenyamanan pribadi, jasmani dan rohani.

Gue ingin istirahat punya uang banyak, lalu melakukan kegiatan berlibur panjang, berjalan kaki sendirian, memakai hoodie hitam, topi hitam dan tas ransel penuh main-mainan gue, seperti yang gue sering lakukan disaat tinggal dan lama di negeri formosa, sebutan pelaut Portugis yang terkagum-kagum.

Sepatu putih dan perusahaan pasangan, problema hidup gue diceriakan orang-orang unik ini. Kembali menyapa dan mengudara dari periode masa 80-90an mari kita bernyanyi dan bersuka ria, secara alami kita nikmati sore dengan hidangan teh dan kukis buatan Madam Mariam, mari senyum manis ikatkan sampai tiba temaram malam...

Gue disangka asing, padahal belum saling mengenal tapi satu hal yang perlu kamu tahu, gue tak akan marah karena hal seperti itu, gue mengerti. "Aduh senang, bunga bermekar asri.." -Kata Bu Sri tetangga rumah memotong siaran langsung ini... Mari kita lanjutkan saja, hiraukan yang buatmu telah gundah...

Siapa yang rindu dengan kue kue manis alami buatan orang-orang tua di rumah, kue apem, kue bolu dan jajanan sore kecil lainnya. Masa rumah dimana masih ber-arsiktetur tahun 50an, gue masih mengalami, percayakah kamu? Itulah alasan kenapa suasana seperti itu sangat melekat dan satu frekuensi dengan gue. Dan gue sebut dengan sebutan jiwa lama.

Perpaduan gue yang berjiwa lama, ala Kowloon Tong..., unik khas diri sendiri dan modern yang belum ada patokan. Soal Kowloon Tong gue tak tahu banyak, gue hanya suka. Sungguh hamba tak kuasa, hamba hanya suka sekali tanpa banyak tanya, hamba akan menjawabnya agar tuan bisa dengan seksama mengerti.

Mungkin gue masih muda, masih ada yang miss dalam mengambil keputusan. Gue kurang tenang, terlalu panas, terlalu gegabah. Tapi bukankah itu normal untuk si muda? Selama Mentari masih terik dan bunga Matahari masih mengejarnya, Gue disini harus bisa tersenyum dan berpandangan positif dalam menjalani hidup gue sendiri. Semesta mendukung...

Sudah ah, Gue ingin menyudahi kisah yang hanya berasal dari pemikiran ini, gue ingin pergi ke gunung, tidak-tidak gue ingin ke dapur saja masak telur dadar dengan sempurna. Kamu akan terkagum dengan telur dadar buatan gue yang enaknya dibantu masako. Bahkan disaat seperti ini untuk sebuah kata terakhir, gue masih takut menjadi diri sendiri... hu menyebalkan sekali.

Titipan kecil sekilas

Dua kata lucu:
Bunga layu. 

Dah...

Komentar

Postingan Populer