Juli #throwback

Baru saja tiba seminggu yang lalu, Jogja. 

Kini gue menjejakkan kaki disini dan tentang perjalanan yang terus berlanjut mungkin saja akan lebih baik. Jalan yang berusaha gue ciptakan lagi, tapi kali ini dengan pengalaman dan kehati-hatian. Dan Jogja bisa menjadi jalan yang tepat namun tetap ada ketentraman tersebut.

Cerita tentang keinginan hati yang terkabul yang menjadikan hati merasakan rasa bahagia.

Jogja, tentang sebuah kumpulan kenikmatan dari rasa syukur, tentram dan senja yang biasanya menciptakan kerinduan bagi orang yang akan meninggalkannya singkat ataupun lama.

Saya mungkin masih bisa terjatuh di tanah debu dan terluka di Jogja namun akan tersenyum ikhlas kembali ketimbang melayang terbang di Taiwan. Bukan buruk dan tak bersyukur, Taiwan mungkin adalah formosa indah namun Jogja, ini bercerita tentang sebuah keistimewaan.

Juli sudah berlalu sedikit lama. Tentang gue yang meninggalkan sebuah memori di Taiwan, mungkin memikirkannya membuat gue akan sendu, namun ini lagi, Jogja. Membuat gue kembali bisa biasa saja karena berbicara Jogja... dialah kerinduan sejati.  

Untuk Agustus.. 

Jogja, bantu dongakkan kepalaku untuk apapun lagi supaya sadar tetap ada kerlipan di teriknya waktu siang. Dan apapun yang lagi diusahakan, tetap harus dibarengi senyuman walaupun sebenarnya mengerti diri sendiri kalau baik ataupun kurang baik, diri ini tetap senang menerimanya.



Komentar

Postingan Populer