Setapak jalan seorang pemuda

Langit seakan redup sore itu,
takkan cukup menerangi jiwa ini.
Seolah tak memberi kesempatan untukku,
walau cuma satu kali.
Siapa yang dulu memulai?
Berkhayal dengan sesuka hati.
Mengira jatuh tidaklah sakit?
Jangan biarkan kembali mengungkit.


Tersenyum sesaat dan melihat kebelakang
Bukan untuk melupakan sepenggal cerita.
Hanya mengasah jiwa untuk lebih terang,
Karena kuat dan teguh butuh derita.

Lamunan menatap jauh keluar jendela,
Hilang sekejap melewati lorong waktu.
Secepat kilat laksana bintang jatuh,
Seterang silau bintang utara.










Komentar

Postingan Populer